Kamis, 15 Juli 2010

awan angka tujuh itu mengingatkanku pada kalian

bismillah ..


kota tua, 13 juni 2010

kalian lihat awas di atas sana ?

siang itu panas sekali kawan, saya sedang menunggu teman teman yang lagi bertanding street futsal dalam kejuaraan nike cup 2010 .

saya menengadahkan kepala, hanya berniat mencari matahari dan mengetahui sejauh mana siang tiba, tapi saya mendapatkan lebih dari yang saya cari . saya melihat awan cantik itu, jelas sekali bukan bahwa awan itu membentuk angka tujuh ?
dan saya langsung teringat sama kalian, the republic of seven .
saat itu saya berjanji pada diri saya untuk membuat sebuah post tentang ini : D

hai, drouszth, apa kabar kalian ?
dulu saat kita bertemu, kita masih kekanak kanakan sekali, apakah sekarang sudah beda ?
apakah kalian menjadi lebih dewasa seiring berjalannya waktu ? ah, saya tidak tau . tapi saya pikir, kalau kita berjumpa lagi suatu saat, kita tak ubahnya seperti anak smp yang gemar berceloteh . berani taruhan, tapi saya tidak mau kan dosa :)

hai thalibah .. ingat tidak ?

saat kita baru pertama kali masuk asrama di NFBS tercinta, saat itu kita masih merasa sendiri, masih merasa jenuh dengan rutinitas yang seperti padat dan kontinu, tapi kemudian, saat kita semakin erat, rutinitas itu tidak lagi menjemukan, karena selalu saja ada hal hal menyenangkan yang bisa kita lakukan .

saat waktu mulai berjalan, beberapa dari kita sudah mulai berprestasi, kita sudah mulai membantu satu sama lain, saling mendukung dan memberi semangat .
ingat sekali rasanya waktu saya dan erni belajar klasifikasi makhluk hidup sampai larut malam, tapi ternyata usth tyas tidak setega itu memberi kita banyak soal ttg kl
asifikasi . juga ingat belajar matematika sama dina r, sampai saya ga bisa konsen lagi dan pikirannya kemana mana, dina bilang “kayanya kamu udah cape deh, besok pagi aja belajar lagi”

setahun kita disana, dan kita mulai nakal ya thalibah, saat itu .
mulai melanggar peraturan, tidak lagi anak lugu sewaktu kelas tujuh yang takut di-iqab . saat kita kelas delapan, kita mulai mencoba, tentu saja, kita masih lugu saat itu, kita hanya mencoba coba apa yang inginkita lakukan, wajar sepertinya untuk usia remaja awal .
saya juga ingat, saya pernah diskors sehari penuh menggantikan tugas pegawai dapur, karena saya alpa shalat subuh ke masjid 4 kali dalam sebulan . ya, banyak dari kita mulai mengecap hukuman – hukuman disana, kita menggerutu, tentu saja . tapi saat sekarang saya keluar dari -- kebanyakan teman teman bilang -- “penjara suci” tersebut, rasanya puas kita telah menjalani semua hukuman – hukuman itu, ternyata saya mampu. saya telah ditempa dengan pembelajaran dan pendidikan . ya, semuanya, adalah pembelajaram, bukan begitu ?




dan akhirnya, tinggal setahun sisa waktu kita di sana .
tapi tahun ini adalah tahun yang lebih berat, dengan waktu belajar efektif yang sebentar, sementara banyak sekali tambahan bimbel dari sekolah, yang saya ingat sekali bahwa tidak ada hari kosong selain hari rabu dan jumat .
kita mulai serius, kita bersama sama akan menghadapi sebuah ujian hidup. dan sejak awal kita telah bertekad bahwa kita semua harus lulus dalam ujian, seluruhnya .
kita mulai mendukung satu sama lain, membantu dalam belajar, mendorong motivasi dan mental . awalnya kita ragu, ujian itu terasa begitu besar untuk kita saat masih smp, tapi kita punya kemauan, punya tekad, dan usaha .
bahkan sampai malam kita berkutat dengan buku, ingat itu teman teman ?
kita membawa buku kemana pun, mengerjakan soal soal di waktu luang, antara jeda shalat maghrib dan isya, setelah shalat subuh ... melelahkan memang saat itu .
tapi kawan, lihat hasilnya, kita berhasil kan ? ya kawan, kita lulus semuanya, dengan rata rata yang melebihi target .

sampai inilah saatnya kita harus berpisah .
kita berhasil melalui semuanya, waktu kita kelas satu, kita bertanya tanya apakah kita bisa kuat menjalani 3 tahun di NFBS, tapi lihat kan, kita bisa .
jalan yang kita ambil berbeda beda, tangis haru dan bahagia membuncah pada hari itu dalam lautan putih ungu . tipa kita tau, bahwa kita selalu satu, kawan :)
satu yang selalu diingatkan para ustadz dan ustadzah, “tetep istiqamah, nak ..”

aduh, saya jadi rindu sama kalian .

rindu medorong dorong panci nasi penanting yang memang berat sekali kalau dibawa tangan .
rindu dibangunkan pagi untuk shalat ke masjid .
rindu kumpul di RSG . mendengarkan ustadzah, atau mempersiapkan LA .
rindu bermain di bawah hujan yang menyenangkan .
rindu turun ke bawah, makan bakso sambil melihat danau .
rindu bertanya tanya kapan ke bengkel dan ke lab bahasa .
rindu piket asrama dan kamar , padahal waktu disana, rasanya malas sekali .
rindu belajar malam di masjid dan mendapat durian jatuh .
rindu almatsurat maghrib, dan almatsurat shubuh, , meski saya sering terkantuk kantuk .
rindu mandi sebelum shubuh yang menyegarkan .
rindu suasana pagi yang berisik, yang masing masing sibuk dengan urusan sendiri .
rindu dengan nasyid yang diputar di asrama pada pagi dan sore .
rindu bernyanyi dan menari pada malam LA dan menuliskan miss post .
rindu semuanya, semuanya .
bahkan rindu berlarian ke masjid .
dan masih banyak kerinduan yang tidak sempat tertuliskan .

ah, ternyata NFBS dan drouszth itu ngangenin ya :)

dan ya, ada lebih dari 1000 alasan kenapa para orang tua memasukkan anaknya ke NFBS.

2 komentar:

  1. Ya ser, itu semua kenangan yang ga bakal kita lupain.
    btw, itu foto La-spica loh ser :)

    BalasHapus
  2. oh iya ser staghfirullah ingetnya hosbest terus :P
    makasih koreksinya, udah aku ganti kok tuh :)

    BalasHapus

drop some words!