Selasa, 10 Januari 2012

Cancer Kelahiran Mangsa Kaso

Saya pernah membaca sebuah buku Astrologi pemberian kaka saya ketika saya menginjak usia 12 tahun. Buku ini berjudul “Siapa Aku, Siapa Kamu : 23 JUNI”
Saya tidak berusaha mempercayai nasib apapun berdasarkan astrologi. Dan buku ini bukan mengajarkan hal–hal seperti kondisi keuangan kamu bulan ini lah, asmara mu lah, yang bilang kamu ga cocok kerja di air lah, dan bullshit2 pembodohan menggelikan lainnya.
Bukankah alasan Voldemort membunuh Harry dan menjadikannya musuh sejati yang pada akhirnya justru memusnahkannya adalah karena ia terlalu mempercayai ramalan sampah yang membawanya untuk melakukan hal bodoh yang malah menghancurkan dirinya sendiri? Alasan mengapa hal – hal buruk itu terjadi kepadamu, adalah karena kau terlalu mempercayainya. Jadi kalo ada ramalan bagus, ya percayai aja, siapa tau jadi kenyataan #salahkesimpulan

Kelebihan saya adalah kalo ngomong suka ngelantur kemana – mana.

Jadi, buku ini bercerita tentang tendensi karakter dan potensi diri, serta kecenderungan seseorang dalam menjalani hidup. In this case, the way you deal yourself. 

Di buku ini dikatakan, bahwa saya merupakan Cancer yang terlahir dalam naungan mangsa Kaso. whatsoever, to the hell with the fuck it is. Saya masih 12 tahun saat itu.

Saya ingat buku itu pernah mengatakan bahwa saya memiliki tendensi untuk menimbun barang – barang, bahkan yang sudah usang dan tidak dipakai. 

Saya akui, Saya memang memiliki kecenderungan untuk menimbun barang – barang. Dari anak durian kering pemberian kawan lama, sampai penghapus karet yang tidak lagi utuh, atau potongan gelang dan pembatas buku beraroma negeri bunga sakura. Juga beberapa baju lama yang sudah apak termakan usia, tempat pensil lama, serta mainan lama yang tidak pernah lagi di pakai.

Beberapa saya simpan di tempat penyimpanan paling baik di dunia dengan dalih saya terlalu cinta dan terlalu banyaknya cerita yang mereka simpan. Beberapa hanya terlupakan dan terabaikan hingga membusuk dimakan waktu.

Yang pertama, (mungkin) adalah alasan mengapa saya tidak juga membuangmu dari hidup saya.

2 comments:

anka mengatakan...

dan pada kenyataannya, gue akhirnya tau kenapa sekarang semua masih tertata rapi :D

dwi mustika handayani mengatakan...

mehehe. bawaan orok mbak :P

Poskan Komentar

cuap cuap here