Minggu, 15 Januari 2012

Aku menulis...........

Tentang anugerah sempurna-Nya yang kau sebut hidup

Aku menulisnya karena aku seutuhnya menyadari kefanaan. Bahwa akan ada masanya ketika kakiku tidak lagi menginjak tanah dan semua sistem dalam tubuh ini tidak lagi berjalan, mati. Tak ada satu setan pun yang tahu berapa banyak lagi sisa detik yang tersisa untukku sebelum akhirnya aku pergi kecuali mereka mencuri berita dari langit. Tapi itu dilarang.

Maka selama di dunia ini ada pensil dan kertas, aku akan menulis sebagai bukti otentik bahwa aku pernah ada di dunia ini, bahwa aku pernah menjalani sebuah hidup. Hidup yang selalu luar biasa.

Dan kamu, pernah menjadi bagiannya.

Hai kamu, kamu pernah selalu hadir dalam beberapa chapter yang kutulis hampir setiap hari. Lucu, radarku ini memang luar biasa hebat sehingga sanggup menemukanmu di antara milyaran manusia di bumi. Munculnya tokoh kamu dalam cerita-yang-bahkan-belum-kuketahui-akhirnya ini meniupkan ruh pada setiap deretan huruf dan bait sehingga tulisanku lebih hidup. Hidupku lebih hidup.Terima kasih, kamu baik sekali.

Aku tidak pernah bisa berhenti menulis tentangmu, padahal omong omong, chaptermu itu sudah berakhir loh. Dan aku kesulitan menentukan jalan ceritanya dengan kamu yang selalu mondar mandiri dalam tempurung kepalaku ketika aku menulis. Soalnya chapter tentangmu sudah kuakhiri beberapa bulan yang lalu. Jadi hai kamu, aku minta maaf, karena aku tidak bisa terus menerus menulis tentangmu. Tapi aku janji, chaptermu tidak akan hilang. Cerita ini harus tetap berlanjut dan harus tetap luar biasa. Aku yakin cerita ini masih panjang dan akan menjadi sebuah masterpiece suatu hari nanti. Yang akan dikisahkan dari generasi ke generasi. Dan aku sedang tidak membuat biografi tentangmu. Ini tentangku. Mungkin kamu akan kembali kuhadirkan, tetapi tidak sampai aku menemukan momentum yang tepat. Kalau kamu ingin tetap aku menulis tentangmu, kamu akan kutuliskan dalam prosa yang lain, tapi bukan yang ini. Tidak apa-apa ya?

Ini adalah halaman perkamen yang baru, Di halaman sebelumnya, kau dan aku, kita, bersama sama telah menjelma menjadi sebuah deretan huruf dan bait paling keren sepanjang sejarah.

Kita memang keren, dari dulu memang begitu kan?

0 comments:

Poskan Komentar

cuap cuap here