Tentang anugerah sempurna-Nya yang kau sebut hidup
Aku menulisnya karena aku seutuhnya menyadari kefanaan. Bahwa
akan ada masanya ketika kakiku tidak lagi menginjak tanah dan semua
sistem dalam tubuh ini tidak lagi berjalan, mati. Tak ada satu setan pun
yang tahu berapa banyak lagi sisa detik yang tersisa untukku sebelum
akhirnya aku pergi kecuali mereka mencuri berita dari langit. Tapi itu
dilarang.
Maka selama di dunia ini ada pensil dan kertas, aku akan
menulis sebagai bukti otentik bahwa aku pernah ada di dunia ini, bahwa
aku pernah menjalani sebuah hidup. Hidup yang selalu luar biasa.
Dan kamu, pernah menjadi bagiannya.
Hai kamu, kamu pernah selalu hadir dalam beberapa chapter yang
kutulis hampir setiap hari. Lucu, radarku ini memang luar biasa hebat
sehingga sanggup menemukanmu di antara milyaran manusia di bumi. Munculnya tokoh kamu dalam cerita-yang-bahkan-belum-kuketahui-akhirnya ini
meniupkan ruh pada setiap deretan huruf dan bait sehingga tulisanku
lebih hidup. Hidupku lebih hidup.Terima kasih, kamu baik sekali.
Aku tidak pernah bisa berhenti menulis tentangmu, padahal omong
omong, chaptermu itu sudah berakhir loh. Dan aku kesulitan menentukan jalan ceritanya dengan kamu yang selalu mondar mandiri dalam tempurung kepalaku ketika aku menulis. Soalnya chapter tentangmu
sudah kuakhiri beberapa bulan yang lalu. Jadi hai kamu, aku minta maaf,
karena aku tidak bisa terus menerus menulis tentangmu. Tapi aku janji,
chaptermu tidak akan hilang. Cerita ini harus tetap berlanjut dan harus tetap luar biasa. Aku yakin
cerita ini masih panjang dan akan menjadi sebuah masterpiece suatu hari
nanti. Yang akan dikisahkan dari generasi ke generasi. Dan aku sedang
tidak membuat biografi tentangmu. Ini tentangku. Mungkin kamu akan
kembali kuhadirkan, tetapi tidak sampai aku menemukan momentum yang
tepat. Kalau kamu ingin tetap aku menulis tentangmu, kamu akan
kutuliskan dalam prosa yang lain, tapi bukan yang ini. Tidak apa-apa ya?
Ini
adalah halaman perkamen yang baru, Di halaman sebelumnya, kau dan aku,
kita, bersama sama telah menjelma menjadi sebuah deretan huruf dan bait
paling keren sepanjang sejarah.
Kita memang keren, dari dulu memang begitu kan?
Minggu, 15 Januari 2012
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)








0 comments:
Poskan Komentar
cuap cuap here