Mesin waktuku tidak berada di dalam laci meja belajarku.
Mesin waktuku tidak terbuat dari tulang tulang besi kuat yang meluncur cepat dalam kilatan cahaya dan berputar dalam labirin warna, membuat dunia serasa berputar dan membuat lidah kelu.
Mesin waktuku adalah beberapa tempat yang pernah kudatangi dengan kaki kecilku.
Mesin waktuku adalah aroma parfum serta lagu tertentu, juga beberapa barang tidak berguna layak buang, beberapa pemberian berharga, dan beberapa percakapan sederhana yang terlintas di mindaku.
Mesin waktuku tidak pernah benar-benar membawaku ke masa lalu.
Jelas, itu bukan mesin waktu.
Dwi Mustika Handayani, suatu senja di penutup tahun 2011









0 comments:
Poskan Komentar
cuap cuap here